Senin, 28 September 2020

Menjaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Virus Corona

0


 Pandemi virus Corona tidak hanya mengancam kesehatan fisik, namun juga kesehatan mental setiap individu. Tidak hanya rasa takut, efek psikologis yang ditimbulkan pun bisa berdampak serius. Apa saja gangguan kesehatan mental yang dapat muncul dan bagaimana cara mengatasinya?

Wabah infeksi virus Corona atau COVID-19 semakin meluas dan telah menjangkit lebih dari 190 negara, termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri, jumlah pasien positif COVID-19 bertambah dengan cepat. Hal tersebut tentu dapat menimbulkan rasa takut dan panik. Apalagi anjuran untuk diam di rumah serta kebijakan social distancing, yang kini disebut physical distancing, sedikit banyak menimbulkan jarak secara emosional antara keluarga, sahabat, rekan kerja, teman, atau umat persekutuan di tempat ibadah yang dapat saling memberi dukungan. Bagi sebagian orang, hal ini bisa dirasakan sebagai suatu tekanan atau beban yang sangat besar. Bila tidak dikendalikan, tekanan tersebut akan berdampak negatif pada kesehatan mental.

Gangguan kesehatan mental yang terjadi selama pandemi dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti ketakutan terhadap wabah, rasa terasing selama menjalani karantina, kesedihan dan kesepian karena jauh dari keluarga atau orang yang dikasihi, kecemasan akan kebutuhan hidup sehari-hari, ditambah lagi kebingungan akibat informasi yang simpang siur. Hal-hal tersebut tidak hanya berdampak pada orang yang telah memiliki masalah kesehatan mental, seperti depresi atau gangguan kecemasan umum, namun juga dapat memengaruhi orang yang sehat secara fisik dan mental.

Beberapa kelompok yang rentan mengalami stres psikologis selama pandemi virus Corona adalah anak-anak, para remaja seperti mahasiswa,lansia, dan petugas medis. Banyak sekali para remaja termasuk mahasiswa yang mengalami tekanan dikarenakan peraturan pembelajaran dilakukan secara online. Hal ini banyak menyebabkan mahasiswa baru merasakan gangguan Kesehatan mental, hal ini bisa dibuktikan dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), studi menyebutkan satu dari tiga mahasiswa baru dilaporkan mengalami gejala gangguan mental. Selain itu menurut survey yang dilakukan oleh World Health Organization atau WHO, sekitar 20 persen anak-anak dan remaja di dunia mengalami gangguan dan permasalahan mental. Dan lebih dari 800.000 orang setiap tahunnya mati karena bunuh diri. Bunuh diri sendiri menjadi penyebab terbesar ke-2 kematian yang terjadi pada usia 15-29 tahun. Tekanan yang berlangsung selama pandemi ini dapat menyebabkan gangguan berupa ketakutan dan kecemasan yang berlebihan akan keselamatan diri sendiri maupun orang-orang terdekat, seperti perubahan pola tidur dan pola makan,bosan dan stres karena terus-menerus berada di rumah, sulit berkonsentrasi, memburuknya kesehatan fisik, terutama pada penderita penyakit kronis, seperti diabetes dan hipertensi.

 Tips Menjaga Kesehatan Mental Selama Pandemi Virus Corona oleh Alodokter :

1. Melakukan aktivitas fisik

Berbagai olahraga ringan, seperti lari kecil atau lompat di tempat, dapat kita lakukan selama menjalani karantina di rumah. Dengan melakukan aktivitas fisik, tubuh kita akan memproduksi hormon endorfin yang dapat meredakan stres, mengurangi rasa khawatir, dan memperbaiki mood kita. Jangan lupa untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi untuk meningkatkan sistem imun.

2. Mengonsumsi makanan bergizi

Konsumsilah makanan yang mengandung protein, lemak sehat, karbohidrat, vitamin, mineral, dan serat. Beragam nutrisi tersebut dapat Anda peroleh dari nasi dan cereal, buah-buahan, sayuran, makanan laut, daging, kacang-kacangan, serta susu. Asupan nutrisi yang cukup juga dapat menjaga kesehatan mental, baik secara langsung maupun tidak langsung.

3. Menghentikan kebiasaan buruk

Bila Anda seorang perokok, cobalah hentikan kebiasaan buruk tersebut mulai dari sekarang. Merokok akan meningkatkan risiko terinfeksi kuman penyakit, termasuk virus Corona. Selain itu, batasi juga konsumsi minuman beralkohol. Kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol dapat mengganggu kesehatan fisik maupun mental Anda. Kebiasaan buruk yang juga perlu dihentikan adalah kurang beristirahat atau sering begadang. Jika kurang istirahat, Anda akan lebih mudah mengalami kecemasan dan mood Anda pun akan lebih tidak stabil.

4. Membuat rutinitas sendiri

Selama menjalani karantina di rumah, Anda bisa melakukan hobi atau aktivitas yang Anda sukai, misalnya memasak, membaca buku, atau menonton film. Selain meningkatkan produktivitas, kegiatan tersebut juga dapat menghilangkan rasa jenuh.

5. Menjaga komunikasi dengan keluarga dan sahabat

Luangkan waktu untuk berkomunikasi dengan keluarga, sahabat, teman, dan rekan kerja, baik melalui pesan singkat, telepon, atau video call. Kita bisa menceritakan kekhawatiran dan kecemasan yang kita rasakan. Dengan cara ini, tekanan yang kita rasakan dapat berkurang sehingga kita bisa lebih tenang.

Rasa takut dan cemas memang normal dirasakan selama masa pandemi seperti ini. Namun, cobalah untuk selalu berpikir positif dan bersyukur. Jika stres dan ketakutan yang Anda alami terasa sangat berat, jangan ragu berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

Minggu, 27 September 2020

MOTIVATION LETTER

0

Cara untuk memahami, menerima dan menyayangi diri sendiri itu bagaimana sih?

 

Banyak dari kita yang masih bimbang dengan pilihan dan tujuan yang akan kita pilih, masih banyak juga dari kita yang ikut-ikutan dengan pilihan teman, saudara, bahkan keinginan orang tua yang sekiranya tidak sesuai dengan passion yang kita miliki. Penting bagi kita untuk mencari jati diri kita dengan mengetahui passion atau bakat yang kita miliki, sehingga kita dapat menunjukkan bahwa kita juga mampu dengan pilihan kita. Buktikan kepada semua orang bahwa dengan bakat dan keinginan yang kita miliki, kita juga bisa menjadi anak yang berprestasi dan membanggakan.

Memahami diri sendiri memanglah bukan hal yang mudahTetapi jika kita selalu memahami orang lain tanpa mau berusaha lebih mengerti diri sendiri hal tersebut akan berdampak buruk untuk diri kita sendiri. Banyak sekali hal buruk yang akan terus terjadi apabila kita sendiri tidak melakukan hal yang sesuai dengan keinginan kita. Untuk bisa sukses dalam melakukan sesuatu, kita harus mencintai hal itu terlebih dahulu. Jika awalnya saja tidak suka, maka hal tersebut tidak akan bisa dilakukan dengan baik. Mulai sekarang rubah pola pikir kita menjadi lebih baik, pahami diri kita terlebih dahulu sebelum memahami dan mengikuti apa kata orang lain.

Mungkin benar, tidak selamanya kita bisa mengikuti apa yang sesuai dengan keinginan kita, karena manusia adalah makhluk social yang selalu butuh orang lain di hidup mereka untuk berdiskusi dan saling bertukar pikiran. Tetapi kita juga harus memahami apa yang baik untuk kita terima dan kita terapkan dalam hidup kita dan apa yang seharusnya tidak perlu kita terapkan. Wajar-wajar saja saat kita saling bertukar pikiran dengan banyak orang dan saling menasehati tetapi nasehat tersebut tidak kita terapkan karena kurang cocok dengan diri kita. Jangan pernah takut untuk berkata tidak apabila memang kita tidak ingin melakukannya. Jika kita selalu memaksa untuk mengikuti keinginan orang lain, kita akan melakukan hal tersebut tanpa adanya kesenangan yang malah membuat kita cepat bosan dan sering merasa malas.

Kunci kebahagiaan dalam hidup adalah dengan kita selalu berusaha memahami diri sendiri terlebih dahulu. Cintai kekurangan diri kita, jangan jadikan kekurangan itu sebagai kesedihan yang hanya akan menghambat kita untuk berproses menjadi pribadi yang lebih baik. Setelah mengetahui kekurangan kita jadikan hal tersebut sebagai acuan untuk memilih hal-hal yang ingin kita capai. Dengan seperti itu kita akan lebih fokus pada kelebihan kita, kita dapat mengembangkan kelebihan kita itu agar hal yang kita ingin bisa berjalan dengan baik.

Setelah kita bisa menerima diri kita sendiri kita sepatutnya juga kita menyayanginya dengan cara bersyukur dan menjalankan kewajiban kepada sang pencipta. Sebelum kita menyayangi orang lain maupun orang yang kita kasihi, kita juga harus menghargai diri kita sendiri dengan tidak mengeluh, tidak cepat menyerah, selalu berjuang dan bersemangat menjalani keseharian kita. Dengan itu kita akan selalu bahagia serta apa yang kita lakukan tidak menjadi tekanan maupun beban untuk diri kita sendiri dan orang lain. Selain itu jangan lupa untuk menghibur diri kita sendiri dengan melakukan kegiatan favorit yang tentunya juga kegiatan yang baik agar diri kita sendiri bisa tetap senang dalam menjalani hidup.

          “Jangan pernah menganggap dirimu lemah dan tidak bisa sukses. karena yang menciptakan kesuksesan itu adalah diri kita sendiri. ” -Defani